Efek samping buah kurma ini memicu gangguan negatif yang memungkinkan terjadi karena konsumsi yang berlebihan. Meskipun mempunyai segudang manfaat, buah kurma sendiri juga memiliki beberapa efek negatif.

Tahukah Anda Efek Samping Buah Kurma?

Efek samping buah kurma

Buah ini adalah buah yang umumnya populer dikonsumsi pada bulan Ramadhan. Namun, tak hanya pada bulan itu saja kita dapat menemukan buah sejuta manfaat tersebut. Hal ini dapat dikarenakan kandungan zat yang banyak terdapat di dalamnya yang berguna bagi tubuh kita.

Harus tetap diingat jika harus mengkonsumsi buah kurma dalam porsi yang sedang saja. Karena hanya mengkonsumsi buah kurma segenggam, akan cukup memenuhi kebutuhan nutrisi yang penting seperti magnesium, mangan, zat besi dan juga kalium.

Buah kering ini juga mengandung gula yang cukup banyak. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan hingga kenaikan berat tubuh.

Beberapa Efek Samping dari Buah Kurma

Berikut adalah beberapa efek samping buah kurma dan gangguan yang dapat terjadi jika kita mengkonsumsi dengan porsi yang berlebih, diantaranya:

  • Memicu berat badan meningkat
  • Gangguan pencernaan
  • Menyebabkan ruam pada kulit
  • Mendorong hiperkalemia
  • Meningkatkan gula darah
  • Masalah pada mulut

Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasannya sebagai berikut.

1. Memicu Berat Badan Meningkat

Walaupun buah kurma mengandung serat yang tinggi, namun buah ini juga memiliki kalori dan juga kepadatan energi yang relatif tinggi. Efek samping buah kurma yaitu dapat meningkatkan berat badan dengan cepat. Rasanya yang manis dapat membuat orang mengkonsumsinya secara berlebihan.

Kandungan gula dalam kurma hampir 70% dari beratnya. Seperti ini terjadi karena kandungan air di dalamnya sudah dikeluarkan untuk proses pengeringan. Buah yang kering justru memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah yang segar.

2. Gangguan Pencernaan

Pada umumnya, kurma aman untuk pencernaan. Hanya saja, kandungan sulfit di dalamnya mempengaruhi kondisi pada pencernaan terhadap orang tertentu. Sedangkan sulfit merupakan senyawa kimia yang sengaja ditambahkan ke dalam buah kering sebagai cara pengawetan dan juga untuk menghilangkan jenis bakteri berbahaya. Jika orang tertentu yang sensitif terhadap senyawa ini, akan menderita reaksi seperti sakit perut, diare, dan juga kembung.

3. Menyebabkan Ruam pada Kulit

Kandungan senyawa sulfit yang ada pada kurma dapat mengakibatkan ruam pada kulit. Hal ini berpengaruh pada orang yang sensitif terhadap senyawa sulfit. Bisa mengakibatkan kram perut, serangan asma, dan juga ruam pada kulit. Seperti ini juga dipengaruhi karena jamur yang ada di buah kering. Jamur dapat ditemukan jika buah kering tidak diproses dengan baik, sehingga terkontaminasi jamur.

4. Memicu Hiperkalemia

Dimana hiperkalemia ialah kondisi kadar kalium terlalu tinggi di dalam darah. Buah kurma dengan kandungan kalium melimpah ini yang menyebabkan masalah terjadi saat dikonsumsi terlalu banyak.

Jumlah kalium pada darah yang normal berkisar antara 3,6 sampai 5,2 milimol per liternya. peningkatan kalium yang lebih dari 7 milimol per liter dapat sangat berbahaya bagi kesehatan. Gejala efek samping buah kurma yang ditimbulkan dari hiperkalemia adalah kelelahan, perasaan mati rasa, kesemutan, muntah dan mual, susah bernafas, sakit dada, dan jantung berdebar tidak teratur.

5. Meningkatkan Gula darah

Kurma adalah buah kering dengan kandungan gula yang tinggi. Tentu hal ini dapat mempengaruhi kenaikan gula dalam darah. Apabila dikonsumsi dengan porsi yang banyak, akan memperburuk lonjakan gula dalam darah.

6. Menyebabkan Masalah Mulut

Fruktosa yang ada di dalam buah kurma yang kering ini menjadi salah satu efek sampingnya. Kurma yang mempunyai tekstur cenderung lengket ini dapat menempel pada gigi. Sehingga, dapat menjadikan masalah pada kerusakan gigi. Sisa kurma dan gula tersebut akan memicu munculnya bakteri di dalam mulut. Kurangnya menjaga kebersihan mulut akan memperburuk efek samping buah kurma ini.