Banyak sekali orang yang bertanya cara minum buah zuriat untuk promil kepada admin kurmasehat.com. Jadi agar lebih jelas lewat artikel ini akan dibahas tentang bagaimana cara yang benar dalam mengkosumsi buah zuriat untuk program hamil.

Cara Minum Buah Zuriat Untuk Promil

Buah zuriat yang kami rekomendasikan untuk promil adalah buah zuriat madinah, mengapa buah zuriat madinah? Apakah ada perbedaan dengan buah zuriat mesir atau buah zuriat sudan?

Buah zuriat madinah kami sarankan karena buah zuriat ini ditanam ditanah suci yang diberkahi sehingga kami menilai bahwa buah zuriat madinah lebih baik disbanding buah zuriat jenis lainnya.

Bagaimana dengan khasiatnya?

Apakah ada perbedaan antara buah zuriat madinah dan buah zuriat jenis lainnya.

Secara umum khasiatnya sama hal ini karena kandungan zat yang terkandung dalam buah ini sama, namun secara KUALITAS menurut kami lebih baik buah zuriat madinah.

O iya, untuk anda yang ingin tahu khasiat buah zuriat madinah lebih detail dan gamblang, silahkan dibaca artikel “ Khasiat buah zuriat “.

Kembali ke topik pembahasan artikel ini, yaitu cara minum buah zuriat untuk promil.

Cara Merebus Buah Zuriat Untuk Promil Yang Tepat

Untuk anda yang sudah membeli buah zuriat madinah, dan saat ingin mengkonsumsinya sebagai ikhtiar promil, maka silahkan simak langkah-langkah merebus buah zuriat madinah berikut ini:

  1. Siapkan dua buah zuriat madinah utuh kemudian cuci dengan air bersih
  2. Belahlah dua buah zuriat yang sudah dicuci menggunakan pisau cincang daging atau alat sejenis seperti golok dan sebagainya.
  3. Setelah Buah zuriat terbelah menjadi dua bagian atau lebih, sekarang siapkan panci dan isilah dengan enam gelas air bersih kemudian masukan buah zuriat yang sudah dibelah kedalamnya, lalu nyalakan apinya.
  4. Rebuslah buah zuriat madinah sampai air rebusan yang ada dipanci tersisa dua gelas saja (perkiraan lama perebusannya 15 menit hingga 45 menit tergantung panas apinya).
  5. Setelah air rebusan buah zuriat madinah yang ada dipanci diperkirakan sudah tersisa dua gelas saja, maka matikan apinya dan tuangkan air rebusan buah zuriat kedalam gelas.
  6. Minumlah air rebusan buah zuriat madinah suami 1 gelas dan istri 1 gelas.

Setelah anda simak cara membuat air rebusan buah zuriat madinah untuk promil, sekarang pertanyaannya adalah :

Kapan waktu yang tepat untuk minum air rebusan buah zuriat?

Berapa gelas konsumsi air rebusan buah zuriat dalam sehari?

Apakah buah zuriat yang sudah direbus harus dibuang atau bisa direbus lagi?

Ketiga pertanyaan di atas, umumnya menjadi pertanyaan bagi ibu atau bapak yang sedang promil buah zuriat madinah.

Apakah itu juga menjadi pertanyaan anda?

Jika iya, silahkan simak penjelasannya berikut ini.

Cara Minum Buah Zuriat Untuk Promil yang Benar

Pertanyaan pertama yaitu kapan waktu yang tepat untuk minum air rebusan buah zuriat, nah waktu yang tepat untuk untuk konsumsi buah zuriat adalah pada saat pagi hari sebelum sarapan dan pada waktu malam hari setelah makan malam. Jadi dalam sehari suami dan istri minum 2x yaitu pagi dan malam.

Jawaban di atas juga menjawab pertanyaan yang kedua yaitu berapa gelas konsumsi air rebusan buah zuriat dalam sehari, jawabannya adalah dua gelas dalam sehari yaitu pagi satu gelas dan malam satu gelas.

Ingat, untuk hasil terbaik usahakan suami dan istri harus sama-sama konsumsi.

Sekarang pertanyaan yang ketiga, yaitu apakah buah zuriat madinah yang sudah direbus boleh digunakan lagi atau harus dibuang?

Buah zuriat madinah yang sudah durebus, bisa gunakan lagi atau bisa direbus lagi sebanyak 5x rebusan sampai 6x rebusan.

Jadi, setelah anda selesai merebus buah zuriat, sisa-sisa buah zuriat yang ada di panci segera disimpan di kulkas. Untuk cara penyimpanan buah zuriat yang sudah direbus bisa simak di artikel berikutnya yaitu cara yang benar menyimpan buah zuriat yang sudah direbus.

Sekarang anda sudah tahu langkah-langkah merebus buah zuriat dan sudah tahu Cara Minum Buah Zuriat Untuk Promil yang tepat.

Semoga ikhtiar anda untuk program hamil dengan buah zuriat madinah bisa berhasil dengan ridho dari Allah SWT.